Bogor, Hitztalk.com – Media sosial kembali ramai setelah akun Instagram @uc.you mengunggah video IG Story yang menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) oleh petugas keamanan di Kebun Raya Bogor. Video tersebut memperlihatkan momen ketika rombongan karyawan yang sedang gathering dimintai tambahan biaya oleh petugas.
Unggahan itu dengan cepat menyebar, mengundang banyak komentar dari warganet yang menyoroti transparansi pengelolaan salah satu ikon konservasi terbesar di Indonesia ini.
Tapi, benarkah kejadian tersebut adalah pungli? Mari kita bedah dari dua sisi.
📱 Dari Sisi Akun Instagram @uc.you
Dalam unggahannya, @uc.you mengklaim bahwa pihaknya mengalami pungli ketika hendak mengadakan gathering di Kebun Raya Bogor. Rombongan mereka yang sudah membayar tiket masuk (HTM) dan parkir merasa keberatan ketika diminta tambahan Rp 15.000 per orang.
“Masak masuk Kebun Raya sudah bayar tiket, terus ditarik lagi Rp 15 ribu per orang. Katanya untuk makanan yang dibawa. Ini pungli dong,” begitu kurang lebih narasi yang ditangkap warganet dari unggahan tersebut.
Video itu pun memicu pro dan kontra: sebagian netizen langsung bersimpati, menganggap pengunjung diperlakukan tidak adil. Namun ada pula yang mempertanyakan apakah acara gathering tersebut sudah mendapat izin resmi dari pengelola.
🏞 Klarifikasi dari PT Mitra Natura Raya
Tak lama setelah video viral, PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor langsung memberikan klarifikasi resmi.
Zaenal Arifin, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapapun yang melakukan pungli. Namun, dalam kasus ini, ia menyebut bukan pungli, melainkan aturan yang berlaku untuk menjaga kawasan konservasi.
“Kami akan menindak tegas siapapun yang melakukan pungli di dalam kawasan Kebun Raya Bogor. Kenyamanan dan keamanan pengunjung adalah prioritas utama kami,” jelas Zaenal.
📅 Kronologi Kejadian Menurut Pengelola
Zaenal menjelaskan bahwa rombongan @uc.you datang pada Senin, 11 Agustus 2025 untuk mengadakan gathering karyawan. Namun, acara itu tidak ada konfirmasi sebelumnya ke pengelola.
“Kami memiliki aturan yang jelas apabila ada yang ingin mengadakan acara di Kebun Raya. Informasi detail akan kami sampaikan sebelum acara berlangsung—mulai dari area yang bisa digunakan hingga aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Petugas keamanan yang terlihat di video, menurutnya, hanya menanyakan perihal acara tersebut karena tidak ada pemberitahuan resmi, bukan untuk melakukan pungli.
💡 Soal Biaya Rp 15.000
Terkait charge Rp 15.000 per orang yang dipermasalahkan, pengelola menegaskan bahwa biaya itu khusus untuk rombongan acara sebagai kontribusi kebersihan dan perawatan lingkungan konservasi.
“Biaya ini tidak berlaku untuk pengunjung individu. Rombongan biasanya membawa makanan dalam kemasan yang berpotensi menimbulkan sampah tambahan. Karenanya dikenakan biaya kebersihan,” tegas Zaenal.
🌱 Imbauan untuk Pengunjung
Selain klarifikasi, pengelola juga mengimbau semua pengunjung agar lebih bijak membawa makanan.
“Kami menganjurkan pengunjung menggunakan wadah makanan yang bisa dibawa pulang kembali, bukan kemasan sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah,” ujar Zaenal.
✨ Dua Sisi, Satu Pelajaran
Kasus ini memperlihatkan bagaimana video singkat di media sosial bisa langsung viral dan membentuk opini publik, meski faktanya perlu ditelusuri lebih dalam. Dari sisi @uc.you, pengalaman rombongan mereka dianggap sebagai pungli. Sementara dari sisi pengelola, biaya tersebut adalah bagian dari aturan kebersihan dan tata kelola acara di kawasan konservasi.
Dengan adanya klarifikasi ini, publik diharapkan mendapat gambaran yang lebih utuh. Dan bagi pengunjung, penting untuk berkoordinasi dulu dengan pengelola sebelum mengadakan acara di Kebun Raya Bogor, agar tidak ada lagi miskomunikasi serupa di kemudian hari

